Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

SASTRA MELAYU KLASIK (SASTRA INDONESIA LAMA) Lembar Komunikasi Bahasa dan Sastra Indonesia Oleh Agustinus Suyoto, S.Pd SMU Stella Duce 2 Yogyakarta

Lembar Komunikasi Bahasa dan Sastra Indonesia Oleh Agustinus Suyoto, S.Pd  SMU Stella Duce 2 Yogyakarta

PENGANTAR 

Hampir semua ahli sepakat bahwa Sastra Indonesia Lama tidak diketahui kapan munculnya. Yang dapat dikatakan adalah bahwa Sastra Indonesia Lama muncul bersamaan dengan dimulainya peradaban bangsa Indonesia, sementara kapan bangsa Indonesia itu ada juga masih menjadi perdebatan. Yang tidak disepakati oleh para ahli adalah kapan sejarah sastra Indonesia memasuki masa baru. Ada yang berpendapat bahwa Sastra Indonesia Lama berakhir pada masa kebangkitan nasional (1908), masa Balai Pustaka (1920),  masa munculnya Bahasa Indonesia (1928), ada pula yang berpendapat bahwa Sastra Indonesia Lama berakhir pada masa Abdullah bin Abdulkadir Munsyi (1800-an).
Alhasil, ada dua versi besar periodisasi sastra Indonesia. Versi pertama adalah bahwa sejarah sastra Indonesia dikelompokkan menjadi tiga kelompok besar yaitu 1) Sastra Indonesia Lama, 2) Sastra Indonesia Baru, dan 3) Sastra Indonesia Modern. Sedangkan versi kedua membagi sejarah sastra Indonesia menjadi empat kelompok besar, yaitu 1) Sastra Indonesia Lama, 2) Sastra Indonesia Peralihan, 3) Sastra Indonesia baru, dan 4) Sastra Indonesia Modern.
Sastra Indonesia Lama adalah masa sastra mulai pada masa pra-sejarah (sebelum suatu bangsa mengenal tulisan) dan berakhir pada masa Abdullah bin Abdulkadir Munsyi.  Ada juga yang mengatakan bahwa sastra Indonesia lama berakhir pada masa balai Pustaka. Sastra Indonesia Lama tidak dapat digolong-golongkan berdasarkan jangka waktu tertentu (seperti halnya Sastra Indonesia baru) karena hasil-hasil dari sastra masa ini tidak mencantumkan waktu dan nama pengarangnya.

Beberapa pembagian Sastra Indonesia Lama adalah sebagai berikut
A.    Berdasarkan bentuknya, sastra Indonesia Lama dibagi menjadi dua
  1. Prosa lama
  2. Puisi Lama
B.     berdasarkan isinya, Sastra Indonesia Lama dibedakan menjadi tiga, yaitu
  1. Sastra Sejarah
  2. Sastra Undang-Undang
  3. Sastra petunjuk Bagi Raja atau Penguasa
C.     Berdasarkan pengaruh asing, Sastra Indonesia Lama dibedakan menjadi tiga, yaitu
  1. Sastra Indonesia Asli
  2. Sastra Indonesia Lama Pengaruh Hindu
  3. Sastra Indonesia Lama Pengaruh Islam

Ciri-ciri kesusastraan Indonesia Lama
1.      Bersifat onomatope/anonim, yaitu nama pengarang tidak dicantumkan dalam karya sastra.
2.      Merupakan milik bersama masyarakat.
3.      Timbul karena adat dan kepercayaan masyarakat
4.      Bersifat istana sentris, maksudnya ceritanya berkisar pada lingkungan istana
5.      Disebarkan secara lisan
6.      Banyak bahasa klise, yaitu bahasa yang bentuknya tetap.
Jabatan/orang yang sangat berjasa dalam penyebaran sastra Indonesia Lama adalah pawang.  Ia adalah kepala adat (istilah sekarang mungkin sama dengan “dukun” dalam kebudayaan Jawa). Jabatan ini berbeda dengan kepala suku. Menurut Dick Hartoko dan Rahmanto, pawang dikenal sebagai orang yang mempunyai keahlian yang erat hubungannya dengan hal-hal yang gaib. Ia termasuk orang yang keramat dan dapat berhubungan dengan para dewa atau hyang. Pawang terbagi atas pawang kutika (ahli bercocok tanam dan hal-hal yang berhubungan dengan rumah tangga), pawang osada (ahli dalam jampi-jampi), pawang malim (ahli dalam pertenungan), dan pawang pelipur lara (ahli bercerita).

SASTRA INDONESIA LAMA BERDASARKAN BENTUKNYA
A.    PROSA LAMA
  1. Dongeng
Dongeng adalah prosa cerita yang isinya hanya khayalan saja, hanya ada dalam fantasi pengarang.
Dongeng dibedakan menjadi
a.    Fabel, yaitu dongeng tentang kehidupan binatang. Dongeng tentang kehidupan binatang ini dimaksudkan agar menjadi teladan bagi kehidupan manusia pada umumnya. (Menurut Dick hartoko dan B. Rahmanto, yang dimaksud fabel adalah cerita singkat, sering dalam bentuk sanjak, yang bersifat didaktis bertepatan dengan contoh yang kongkret. Tumbuh-tumbuhan dan hewan ditampilkan sebagai makhluk yang dapat berpikir, bereaksi, dan berbicara sebagai manusia. Diakhiri dengan sebuah kesimpulan yang mengandung ajaran moral).
b.   Farabel, yaitu dongeng tentang binatang atau benda-benda lain yang mengandung nilai pendidikan. Binatang atau benda tersebut merupakan perumpamaan atau lambang saja. Peristiwa ceritanya merupakan kiasan tentang pelajaran kesusilaan dan keagamaan.
c.    Legende, yaitu dongeng yang dihubungkan dengan keajaiban alam, terjadinya suatu tempat, dan setengah mengandung unsur sejarah.
d.   Mythe, yiatu dongeng yang berhubungan dengan cerita jin, peri, roh halus, dewa, dan hal-hal yang berhubungan dengan kepercayaan animisme.
e.    Sage, yaitu dongeng yang mengandung unsur sejarah meskipun tidak seluruhnya berdasarkan sejarah. (Menurut Dick Hartoko dan B. Rahmanto, kata sage berasal dari kata jerman “was gesagt wird” yang berarti apa yang diucapkan, cerita-cerita alisan yang intinya historis, terjadi di suatu tempat tertentu dan pada zaman tertentu. Ada yang menceritakan tentang roh-roh halus, mengenai ahli-ahli sishir, mengenai setan-setan atau mengenai tokoh-tokoh historis. Selalu ada ketegangan antara dunia manusia dan dunia gaib. Manusia selalu kalah. Nada dasarnya tragis, lain daripada dongeng yang biasanya optimis)

  1. Hikayat
Kata hikayat berasal dari bahasa Arab yang artinya cerita. Hikayat adalah cerita yang panjang yang sebagian isinya mungkin terjadi sungguh-sungguh, tetapi di dalamnya banyak terdapat hal-hal yang tidak masuk akal, penuh keajaiban. (Dick hartoko dan B. Rahmanto memberikan definisi hikayat sebagai jenis prosa cerita Melayu Lama yang mengisahkan kebesaran dan kepahlawanan orang-orang ternama, para raja atau para orang suci di sekitar istana dengan segala kesaktian, keanehan dan muzizat tokoh utamanya, kadang mirip cerita sejarah atau berbentu riwayat hidup.



  1. Tambo
Tambo adalah cerita sejarah, yaitu cerita tentang kejadian atau asal-usul keturunan raja.

  1. Wira Carita (Cerita Kepahlawanan)
Wira carita adalah cerita yang pelaku utamanya adalah seorang kesatria yang gagah berani, pandai berperang, dan selalu memperoleh kemenangan.


B.     PUISI LAMA
  1. Mantra
Mantra adalah kata-kata yang mengandung hikmat dan kekuatan gaib. Mantra sering diucapkan oleh dukun atau pawang, namun ada juga seorang awam yang mengucapkannya.

  1. Bidal.
Bidal adalah pepatah atau peribahasa dalam sastra Melayu lama yang kebanyakan berisi sindiran, peringatan, nasehat, dan sejenisnya. Yang termasuk dalam kategori bidal adalah
a.       Ungkapan, yaitu kiasan tentang keadaan atau kelakauan yang dinyatakan dengan sepatah atau beberapa patah kata.
b.      Peribahasa , yaitu kalimat lengkap yang mengungkapkan keadaan atau kelakuan seseorang dengan mengambil perbandingan dengan alam sekitar.
c.       Tamsil, yaitu seperti perumpamaan tetapi dikuti bagian kalimat yang menjelaskan.
d.      Ibarat, yaitu seperti perumpamaan dan tamsil tetapi diikuti bagian yang menjelaskan yang berisi perbandingan dengan alam.
e.       Pepatah, yaitu kiasan tetap yang dinyatakan dalam kalimat selesai.
f.       Pemeo, yaitu ucapan yang terkenal dan diulang-ulang, berfungsi sebagai semboyan atau pemacu semangat.

  1. Pantun
Pantun ialah puisi lama yang terikat oleh syarat-syarat tertentu (jumlah baris, jumlah suku kata, kata, persajakan, dan isi).
Ciri-ciri pantun adalah
a.       Pantun terdiri dari sejumlah baris yang selalu genap yang merupakan satu kesatuan yang disebut bait/kuplet.
b.      Setiap baris terdiri dari empat kata yang dibentuk dari 8-12 suku kata (umumnya 10 suku kata).
c.       Separoh bait pertama merupakan sampiran (persiapan memasuki isi pantun), separoh bait berikutnya merupakan isi (yang mau disampaikan).
d.      Persajakan antara sampiran dan isi selalu paralel (ab-ab atau abc-abc atau abcd-abcd atau aa-aa)
e.       Beralun dua

Berdasarkan bentuk/jumlah baris tiap bait, pantun dibedakan menjadi
a.       Pantun biasa, yaitu pantun yang terdiri dari empat baris tiap bait.
b.      Pantun kilat/karmina, yiatu pantun yang hanya tersusun atas dua baris.
c.       Pantun berkait, yiatu pantun yang tersusun secara berangkai, saling mengkait antara bait pertama dan bait berikutnya.
d.      Talibun, yaitu pantun yang terdiri lebih dari empat baris tetapi selalu genap jumlahnya, separoh merupakan sampiran, dan separho lainnya merupakan isi.
e.       Seloka, yaitu pantun yang terdiri dali empat baris sebait tetapi persajakannya datar (aaaa).
Berdasarkan isinya, pantun dibedakan menjadi
a.       Pantun anak-anak
-          pantun bersuka cita
-          pantun berduka cita
b.      Pantun muda
-          pantun perkenalan
-          pantun berkasih-kasihan
-          pantun perceraian
-          pantun beriba hati
-          pantun dagang
c.       Pantun tua
-          pantun nasehat
-          pantun adat
-          pantun agama
d.      Pantun jenaka
e.       Pantun teka-teki

  1. Gurindam
Gurindam adalah puisi lama yang terdiri dari dua baris satu bait, kedua lariknya merupakan kalimat majemuk yang selalu berhubungan menurut hubungan sebab-akibat. Baris pertama merupakan syaratnya sedangkan baris kedua merupakan jawabannya. Gurindam berisi petuah atau nasehat. Gurindam muncul setelah timbul pengaruh kebudayaan Hindu.

  1. Syair
Kata syair berasal dari bahasa Arab syu’ur yang artinya perasaan. Syair timbul setelah terjadinya pengaruh kebudayaan islam. Puisi ini terdiri dari empat baris sebait, berisi nasehat, dongeng, dan sebagian besar berisi cerita. Syair sering hanya mengutamakan isi.
            Ciri-ciri syair
a.       terdiri dari empat baris
b.      tiap baris terdiri dari 4-5 kata (8-12 suku kata)
c.       persamaan bunyi atau sajak akhir sama dan sempurna
d.      tidak ada sampiran, keempatnya merupakan isi
e.       terdiri dari beberapa bait, tiap bait berhubungan
f.       biasanya berisi cerita atau berita.

  1. Prosa liris (kalimat berirama)
Prosa liris adalah prosa yang di dalamnya masih terdengar adanya irama.

  1. Puisi-puisi Arab
Bentuk-bentuk puisi Arab adalah
a.    Masnawi, yaitu puisi lama yang terdiri dari dua baris sebait (sama dengan disthikon).  Skema persajakannya berpasangan aa,bb,cc, … dan seterusnya) dan beiri puji-pujian untuk pahlawan.
b.   Rubai, yaitu puisi lama yang terdiri dari empat baris sebait (sama dengan kuatrin). Skema persajakannya adalah a-a-b-a dan berisi tentang nasihat, puji-pujian atau kasih sayang.
c.    Kit’ah, yaitu puisi lama yang terdiri dari lima baris sebait (sama dengan quin).
d.   Gazal, yaitu puisi lama yang terdiri dari delapan baris sebait (sama dengan stanza atau oktaaf).
e.    Nazam, yaitu puisi lama yang terdiri dari duabelas baris sebait.

Di samping yang sudah disebutkan di atas, ada beberapa bentuk lain yang perlu dikenal walaupun sebenarnya tidak murni berasal dari Sastra Melayu. Bentuk-bentuk tersebut adalah
1.      Kaba
Adalah jenis prosa lirik dari sastra Minangkabau tradisional yang dapat didendangkan. Biasanya orang lebih tertarik pada cara penceritaan daripada isi ceritanya. Kaba termasuk sastra lisan yang dikisahkan turun temurun. Contohnya adalah cerita Sabai nan Aluih.

2.      Kakawin
Adalah sejenis puisi yang ditulis dalam bahasa Jawa Kuno dan yang mempergunakan metrum dari India (Tambo). Berkembang pada masa Kediri dan Majapahit. Penyairnya disebut kawi. Contohnya Ramayana, Arjunawiwaha, dan negarakertagama.

3.      Kidung
Jenis puisi Jawa Pertengahan yang mempergunakan persajakan asli Jawa.

4.      Parwa
Adalah jenis prosa yang diadaptasi dari bagian-bagian epos dalam bahasa sanskerta dan menunjukkan ketergantungannya dengan kutipan-kutipan dari karya asli dalam Bahasa Sanskerta. Kutipan-kutipan tersebut tersebar di seluruh teks parwa yang biasanya berbahasa Jawa Kuno.

5.      Cerita Pelipur Lara
Sejenis sastra rakyat yang pada mulanya berbentuk sastra lisan. Cerita jenis ini bersifat perintang waktu dan menghibur belaka. Kebanyakan menceritakan tentang kegagahan dan kehebatan seorang ksatria tampan yang harus menempuh seribu satu masalah dalam usahanya merebut putri cantik jelita yang akan dipersunting. (Hampir sama dengan hikayat).



DAFTAR PUSTAKA

Belang, Mia. Dkk. 1992. Pelajaran Bahasa Indonesia. Klaten : Intan Pariwara.
Dipodjojo, Asdi S. 1986. Kesusasteraan Indonesia Lama pada Zaman Pengaruh Islam. Yogyakarta : Percetakan Lukman.
Djamaris, Edwar. 1984. Menggali Khazanah Sastra Melayu Klasik (Sastra Indonesia Lama). Jakarta : Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan daerah.
Hartoko, Dick dan B. Rahmanto. 1986. Pemandu di Dunia Sastra. Yogyakarta : Kanisius.
Hendy, Zaidan. 1991. Pelajaran Sastra 1. Jakarta : Gramedia Widiasarana Indonesia.
Suparni. 1987. Bahasa dan Sastra Indonesia Berdasarkan Kurikulum 1984. Bandung : Aditya.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

RESENSI FILM DENIAS, SENANDUNG DI ATAS AWAN


JUDUL FILM                 : Denias, Senandung di Atas Awan
PENULIS                       : Jeremias Nyangoen dan Monty Tiwa
PRODUSER                  : Nia Zulkarnaen dan Ari Sihasale
SUTRADARA                : John de Rantau
TAHUN PRODUKSI     : 2006 
DURASI                        : 110 Menit
NAMA PEMAIN           :
·         Albert Tom Joshua Fakdawer
·         Ari Sihasale
·         Nia Zulkarnaen
·         Marcella Zalianty
·         Michael Jakarimilena
·         Pevita Eileen Pearce
·         Mathias Muchus
·         Audrey Papilaya

Denias, Senandung di Atas Awan merupakan sebuah film yang wajib ditonton oleh mereka yang peduli tentang pendidikan di Indonesia. Film ini diambil dari kisah nyata yang memberikan banyak motivasi untuk tetap semangat mencari ilmu.
Skenario film ini ditulis oleh Jeremias Nyangoen dan Monty Tiwa. Jeremias Nyangoen (lahir di Pontianak, 29 Juni 1968) adalah seorang aktor Indonesia yang dikenal memerankan Sumanto dalam film “Kanibal-Sumanto” pada tahun 2004. Monty Tiwa (lahir di Jakarta, 28 Agustus 1976) adalah seorang sutradara dan seorang penulis skenario asal Indonesia. Dia jiga dikenal sebagai produser film, penyunting film, dan pencipta lagu. Ia pernah bekerja di Trans TV sebagai Creative Writer (2002-2003), di RCTI sebagai Head Section (2003-2004), dan di MNC sebagai Creative Director (2004-2005). Kini Monty Tiwa bekerja sebagai penulis lepas dan sutradara. Skenario karya Monty Tiwa adalah “Andai Ia Tahu”, “Vina Bilang Cinta”, “Biarkan Bintang Menari”, “9 Naga”, “Juli di Bulan Juni”, “Mengejar Mas-mas”, “Otomatis Romantis”, “XL”, “Antara Aku, Kau, dan Mak Erot”, “Kalau Cinta Jangan Cengeng”, “Antara Aku, Kau, dan Saipul Jamil”, “XXL Double Extra Large”. Penghargaan yang pernah diraih oleh Monty Tiwa antara lain, Skenario Terbaik (Film Cerita Lepas), Piala Vidia FFI 2005 untuk Juli di Bulan Juni, Penata Sunting Terbaik Piala Vidia FFI 2006 untuk Ujang Panty 2, Penulis Skenario Cerita Asli Terbaik Piala Citra di FFI 2006 untuk Denias, Senandung di Atas Awan.
 Film ini menceritakan tentang perjuangan seorang anak pedalaman Papua yang bernama Denias untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Seluruh setting lokasi dilakukan di Pulau Cendrawasih ini. Cerita dalam film ini merupakan adaptasi dari kisah nyata seorang anak Papua yang bernama Janias.
Sebuah film yang harus ditonton oleh meraka yang mengaku peduli dengan dunia pendidikan di Indonesia. Sebuah film yang membuka pandangan kita tentang betapa pendidikan yang layak di negeri ini masih sangat mahal, masih sangat rumit dan masih banyak diskriminasi-diskriminasi yang tidak masuk akal.
Dalam film ini juga dapat kita lihat keindahan Provinsi Papua yang berhasil direkam dengan begitu indahnya.
Keunggulan film DENIAS “Senandung di Atas Awan” adalah dari tema yang diangkat adalah pendidikan. Ini memberikan nilai positif dari film tersebut, karena sangat sedikitnya film pendidikan yang di angkat dengan kenyataan sekarang yang maraknya film horror dan cinta yang di angkat menjadi tema. Film DENIAS ini bisa dijadikan contoh sebagai produser-produser lain agar tetap menjalankan nilai pendidikan dalam film mereka. Sedangkan kelemahan dari film ini adalah karena ceritanya sangat sederhana dan penyampaiannya sangat monoton. Kadang membuat orang malas untuk menonton walaupun tema yang di angkat bagus.
Tema yang diangkat oleh cerota ini adalah tentang film pendidikan, yaitu perjuangan seorang anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak dengan usaha yang dia lakukan sehingga mendapatkan sekolah gratis. Amanat yang terkandung dalam film ini, yaitu memberikan semangat yang luar biasa dari seorang anak pedalaman Papua untuk sekolah kepada kita dan memberikan semangat untuk memperjuangkan apa yang kita inginkan. Alur ceritanya menggunakan alur maju atau progresif, karena ceritanya runtut dari Denias mendapatkan pendidikan di sekolah darurat dekat tempat tinggalnya sampai mendapatkan sekolah di kota. Tokoh-tokoh dengan karakter yang diperankan dalam film tersebut menjadi kekuatan dalam film tersebut. Sudut pandang cerita ini berdasarkan kisah nyata seorang anak pedalaman Papua yang bernama Janias yang mempunyai semangat tinggi untuk mendapatkan pendidikan dan sekarang Janias kuliah di Australia.
Sebagian besar lokasi syuting film ini ertempat di daerah kerja PT. Freeport Indonesia, sebuah perusahaan asing yang bergerak di bidang pertambangan tembaga dan emas di Papua. Lokasi perkampungan Denias mengambil tempat di kawasan pegunungan Wamena. Rumah-rumah yang dipakai syuting merupakan rumah asli masyarakat setempat, namun ada sebagian yang dibangun untuk kebutuhan syuting. Sebagian penduduk setempat juga merupakan figuran. Syuting sekolah Denias bertempat di SD-SMP YPJ Kuala Kencana. Sebagian besar figuran dalam adegan sekolah film ini merupakan siswa-siswi YPJ Kuala Kencana. Tempat-tempat lain yang juga digunakan dalam film ini adalah Kota Timika dan Kuala Kencana.
Film Senandung di Atas Awan, memperlihatkan sisi kehidupan papua yang benar-benar masih murni suku pedalaman. Hal ini dapat dilihat dari pakaian. Pakaian penduduk asli pedalaman masih di tunjukan dengan pakaian adat Papua, masih menggunakan koteka walupun sebagian sudah mengenal pakaian penutup. Tapi di dalam film ini benar-benar tidak merubah adat kebiasaan orang pedalaman disana, rumah adat desa Wamena, logat bahasa juga sangat kental sekali. Sehingga film ini terlihat benar-benar murni. Dalam film ini di gambarkan secara jelas kehidupan di suku pedalamannya dari kebudayaannya. Contoh dalam film tersebut di gambarkan anak yang sudah beranjak dewasa diwajibkan memakai koteka dan setelah upacara pemakaian koteka tersebut dipisahkan tempat untuk laki-laki dan perempuan dan juga dalam upacara berkabung di Papua, suami yang istrinya meninggal, jarinya dipotong untuk menandakan bahwa suami itu duda dan tradisi mandi Lumpur, dll. Ilustrasi Musik yang dipakai sekaligus soundtrack film ini dinyanyikan langsung oleh Albert pemeran Denias. Lumayan bagus sesuai dengan isi film tersebut, kesan dramatik lumayan muncul dalam film tersebut tetapi sedikit terlalu berlebihan dalam film tersebut. Teknik pengambilan gambar lumayan bagus saat seluruh wilayah kepulauan Cendrawasih di tampilkan seluruhnya sangat bagus. Dan pengambilan gambar di sekitar desa di pedalaman itu sangat bagus. Dalam film ini benar- benar ingin menonjolkan keindahan kepulauan Cendrawasih.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments1

SASTRA ANGKATAN ‘45


1. KELAHIRAN ANGKATAN ’45.
Mungkin kita bertanya mengapa tidak dipakai Pujangga Angkatan ’42 untuk menyebut angkatan sastra ini. Alasan golongan ini diberi nama kemudian, yaitu setelah proklamasi kemerdekaan. Usul Rosihan Anwar untuk nama angkatan periode ini adalah Pujangga Angkatan ’45 yang segera mendapat dukungan publik opini, meskipun beberapa kritikus mengkritknya dengan keras. Nama sebelumnya disebut Pujangga Gelanggang, karena mereka menulis dalam rubrik majalah Siasat yang diberi nama rubrik Gelanggang.
Latar belakangnya dapat diikhtisarkan sebagai berikut:
1. Pujangga Angkatan ’45 lahir dan tumbuh di saat revolusi kemerdekaan. Jiwa nasionalisme telah mendarah daging, karena itu suaranya lantang dan keras.
2. Di zaman Jepang muncul sajak berjudul 1943 dari Chairil Anwar, prosa Radio Masyarakat dari Idrus, dan drama Citra dari Usmar Ismail.
3. Pada tanggal 29 November 1946 di Jakarta didirikan Gelanggang oleh Chairil Anwar, Asrul Sani,Baharudin, dan Henk Ngantung. Anggaran Dasarnya berbunyi:
Generasi Gelanggang terlahir dari pergolakan roh dan pikiran, yang sedang menciptakan manusia Indonesia yang hidup. Generasi yang harus mempertanggungjawabkan dengan sesungguhnya penjadian dari bangsa kita. Kita hendak melepaskan diri dari susunan lama yang telah mengakibatkan masyarakat lapuk dan kita berani menantang pandangan, sifat, dan anasir lama untuk menyalakan bara kekuatan baru.
Orientasi Pujangga Angkatan ’45 masih ke Barat, namun dalam penyerapan kebudayaan Baratnya ini mengalami pemasakan dalam jiwa, sehingga lahir bentuk baru. Karena itu, plagiat Chairil Anwar atas karya Archibald Mac Leish yang berjudul The Young Dead Soldiers tidak kelihatan, yang menjelma menjadi sajak Krawang—Bekasi. Namun pula di samping itu Chairil Anwar juga banyak berjasa dalam memodernisasi kesusastraan Indonesia, dalam penjiwaannya yang menjulang tajam.
Setelah Chairil Anwar meninggal (Jakarta, 28 April 1949, dikuburkan di Karet), Surat Kepercayaan Gelanggang baru diumumkan dalam warta sepekan SIASAT tanggal 23 Oktober 1950. dokumen inilah yang dijadikan tempat berpaling untuk dasar segala konsepsi nilai hidup dan seni dari Angkatan ’45.

2. SASTRAWAN YANG MENJADI TOKOH ANGKATAN ’45.
Beberapa sastrawan yang menjadi motor dan pelopor Angkatan 45, di antaranya sebagai berikut:
a. Chairil Anwar

Pria kelahiran Medan, 26 Juli 1922, ini seorang penyair legendaris Indonesia yang karya-karyanya hidup dalam batin (digemari) sepanjang zaman. Salah satu bukti keabadian karyanya, pada Jumat 8 Juni 2007, Chairil Anwar, yang meninggal di Jakarta, 28 April 1949, masih dianugerahi penghargaan Dewan Kesenian Bekasi (DKB) Award 2007 untuk kategori seniman sastra. Penghargaan itu diterima putrinya, Evawani Alissa Chairil Anwar.
Chairil memang penyair besar yang menginspirasi dan mengapresiasi upaya manusia meraih kemerdekaan, termasuk perjuangan bangsa Indonesia untuk melepaskan diri dari penjajahan. Hal ini, antara lain tercermin dari sajaknya bertajuk: "Krawang-Bekasi", yang disadurnya dari sajak "The Young Dead Soldiers", karya Archibald MacLeish (1948).
Dia juga menulis sajak "Persetujuan dengan Bung Karno", yang merefleksikan dukungannya pada Bung Karno untuk terus mempertahankan proklamasi 17 Agustus 1945.
b. Asrul Sani

Asrul Sani adalah seniman kawakan yang antara lain dikenal lewat Sajak Tiga Menguak Takdir bersama Chairil Anwar dan Rivai Apin. Dia adalah pelaku terpenting sejarah kebudayaan modern Indonesia. Jika Indonesia lebih mengenal Chairil Anwar sebagai penyair paling legendaris milik bangsa, maka adalah Asrul Sani, Chairil Anwar, dan Rivai Apin yang mengumpulkan karya puisi bersama-sama berjudul “Tiga Menguak Takdir” yang kemudian diterbitkan dalam bentuk buku di tahun 1950. Mereka bertiga bukan hanya menjadi pendiri “Gelanggang Seniman Merdeka”, malahan didaulat menjadi tokoh pelopor sastrawan Angkatan 45.
c. Rivai Apin
Jika dibandingkan dengan Chairil Anwar dan Asrul Sani, Rival Apin merupakan penyair yang dibawah mereka. Ia lahir di Pandangpanjang tanggal 30 Agustus 1927. Sejak duduk di bangku sekolah menengah, karya-karyanya telah dipublikasikan ke majalah-majalah terkemuka. Pada tahun 1954, Rivai Apin mengejutkan teman-temannya dengan keluar dari Gelanggang dan kemudian masuk ke lingkungan Lembaga Kebudayaan Rakyat (LEKRA), dan ia pernah memimpin majalah kebudayaan Zaman Baru  yang menajdi kebudayaan PKI. Setelah terjadi GESTAPU, Rivai termasuk tokoh lekra yang diamankan (rosidi hal.105).
d. Idrus
Idrus adalah pengarang prosa yang pertama di angkatan 45 yang dikenal namanya dengan karangannya yang berjudul Surabaya dan Corat-coret dibawah Tanah sama tegasnya dengan dia membuktikan putusnya perhubungan antara prosa sebelum dan sesudah perang (teeuw, 1958:103).
Lelaki berdarah minang ini lahir pada tanggal 21 September 1921. Setelah keluar dari sekolah menengah, ia melanjutkan pekerjaannya menjadi redaktur Balai Pustaka (rosidi,hal.105). karya Idrus antara lain Perempuan dan Kebangsaan (1949) dan yang paling dikenal adalah novel Aki  yang diterbitkan Balai Pustaka pada tahun 1949. Meskipun ceritanya agak aneh, tapi dituliskan secara enteng dan lucu. Novel ini diterbitkan dengan terbitan yang bagus sekali.
e. Achdiat Karta Mihardja
Atheis, Merupakan karangan Achdiat yang menarik diantara buku-buku yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia. Jika dilihat dari umurnya, seharusnya Achdiat merupakan Angkatan Pudjangga Baru karena dia lahir pada tahun 1911. Ia berkerja di Balai Pustaka, kemudian pindah Jawatan Pendidikan Masyarakat dan Jawatan Kebudayaan sampai pensiun. Pada tahun 1959 ia mengajar di Fakultas Sastra Modern Universitas Indonesia dan tahun 1962 mengajar drama Indonesia modern di the Australian National University di Canberra.
Sebagai pengarang, ia bukanlah orang yang produktif. Setelah menerbitkan romannya yang berjudul atheis, ia hanya menerbitakn polemik kebudayaan (1948)  yang merupakan kumpulan polemik sebelum perang dan sebuah drama kanak-kanak berjudul “bentrok dalam asmara” pada tahun 1952. Baru pada tahun 1956, ia menerbitkan kumpulan cerpen dan drama satu babak yang berjudul “ keretakan dan ketegangan” yang berhasil mendapatkan hadiah sastra nasional dari BKMN tahun 1955-6 untuk cerpennya.
f. Pramoedya Ananta Toer
Lahir di Blora tanggal 2 Februari 1925. Ia sudah mulai mengarang sejak jaman jepang dan pada masa awal revolusi menerbitkan buku Kranci dan Bekasi jatuh pada tahun 1947. Namun baru menarik perhatian dunia sastra Indonesia pada tahun 1949 ketika cerpennya “Blora” yang ditulis dipenjara di publikasikan dan romannya yang berjudul Perburuan (1950) mendapat hadiah sayembara yang diadakan oleh Balai Pustaka.
Pram ditahan pada tahun 1947 dan di bebaskan pada tahun 1949. Selama dalam penjara, ia sering menulis. Cerpen-cerpen yang ditulisnya dalam penjara kemudian diterbitkan dalam sebuah buku berjudul “Percikan Revolusi” (1950). Pram adalah seorang yang sangat produktif menulis, baik cerpen, roman, dan esai maupun kritik. Buku-buku tidak henti mengalir dari kepala dinginnya.
g. Aoh Kartahadimadja
Aoh mempunyai nama samaran Karlan Hadi dilahirkan dibandung pada tanggal 15 September 1911. Sampai tahun 1953 menghabiskan banyak waktunya di eropa dibanding di tanah air. Ia pernah bekerja di Balai Pustaka, kemudian pergi ke Sumatra ia memimpin Syarahan Minggu Mimbar Umum  di Medan. Ketika itu, ia menerbitkan satu buku yang berjudul “beberapa paham angkatan 45” (1952).
Sajak-sajaknya yang dimuat dalam majalah Pujangga Baru menjanjikan keindahan alam. Pada masa penjajahan Jepang, ia menulis sebuah sajak yang religius. Beberapa buah diantaranya kemudian di muat dalam kumpulan Zahra (1952), yaitu yang berjudul “Pecahan Ratna” dan “Dibawah Kaki KebesaranMu”. Dalam kumpulan itu dimuat pula sandiwaranya yang berjudul “Lakbok”.
3. KARYA SASTRA YANG MENONJOL
1.Deru Campur Debu dan Kerikil Tajam (antologi puisi karya Chairil Anwar)
2.Tiga Menguak Takdir (antologi puisi Chairil Anwar, Asrul Sani, dan Rivai Apin)
3.Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (antologi cerpen karya Idrus)
4.Atheis (novel karya Achdiat Karta Mihardja)
5.Surat Kertas Hijau dan Wajah Tak Bernama (antologi puisi Sitor Situmorang)
4. GENRE SASTRA YANG PALING DOMINAN.
Genre sastra yang palang dominan pada angkatan '45 adalah puisi dan prosa. Chairil anwar membawa corak baru dalam biudang puisi, sedangkan Idrus membawa corak baru dalam prosa. Selama 6 setengah tahun, yakni antara tahun 1942- 1949, chairil anwar menghasilkan 69 sajak asli, 4 slak saduran, 10 sajak terjemahan, 6 prosa asli, 4 prosa terjemahan. Sedangkan Idrus banyak menghasilkan novel dan prosa.
5. CIRI- CIRI ANGKATAN ’45.
Karakteristik Karya Sastra Angkatan ’45:
a. Revolusioner dalam bentuk dan isi. Membuang tradisi lama dan menciptakan bentuk baru sesuai dengan getaran sukmanya yang merdeka.
b. Mengutamakan isi dalam pencapaian tujuan yang nyata. Karena itu bahasanya pendek, terpilih, padat berbobot. Dalam proses mencari dan menemukan hakikat hidup. Seni adalah sebagai sarana untuk menopang manusia dan dunia yang sedalam-dalamnya.
c. Ekspresionis yaitu selalu menekankan pada segenap perasaan atau jiwa sepenuhnya (adanya aku atau subyek). Kalimat yang digunakan tidak panjang-panjang tetapi kalimat pendek berisi dan seringkali menggunakan kalimat yang hanya terjadi dari satu patah kata saja.
Contoh: puisi-puisi Subagio Sastrowardoyo, Toto Sudarto Bachtiar, Sutarji Colzum Bahri, beberapa karya Chairil Anwar.
DOA
Kepada pemeluk teguh
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut nama-Mu
Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh
cayaMu panas suci
tinggal kerlip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
Aku hilang bentuk
remuk
Tuhanku
aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling
(Chairil anwar)

d. Individualis, lebih mengutamakan cara-cara pribadi.
e. Humanisme universal, bersifat kemanusiaan umum. Indonesia dibawa dalam perjuangan keadilan dunia.
f. Tidak terikat oleh konvesi masyarakat yang penting adalah melakukan segala percobaan dengan kehidupan dalam mencapai nilai kemansiaan dan perdamaian dunia.
g. Tema yang dibicarakan: humanisme, sahala (martabat manusia), penderitaan rakyat, moral, keganasan perang dengan keroncongnya perut lapar.
h. Realisme yaitu selalu berusaha melukiskan keadaan atau peristiwa sesuai dengan kenyataan dan selalu mengungkapkan hal-hal yang baik atau tidak membuat orang tersinggung. Karya sastra angkatan '45 baik puisi maupun prosa banyak dipengaruhi oleh aliran realisme.
Contoh:
PENERIMAAN
Chairil Anwar
Kalau kau mau kuterima kau kembali
Dengan sepenuh hati
Aku masih tetap sendiri
Kutahu kau bukan yang dulu lagi
Bak kembang sari sudah terbagi
Jangan Tunduk! Tentang aku dengan berani
Kalau kau mau kuterima kau kembali
Untukku sendiri lagi
Sedang dengan cermin aku enggan berbagi
f. Idealis yaitu melukiskan hal-hal utuh tentang gagasan, cita-cita atau pendiriannya.
Contoh:
AKU
Kalau sampai waktuku
Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
(Chairil Anwar)

KESIMPULAN.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa puisi dan novel masih dominan dipergunakan oleh para sastrawan pujangga baru angkatan ’45 untuk mengekspresikan karya yang ada. Para sastrawan pujangga angkatan ’45 lebih menggambarkan keadaan jaman tersebut dengan berbagai keadaan sebelumnya. Para sastrawan ini berani menciptakan sebuah aturan baru dalam dunia sastra yang lepas dari aturan yang lebih mengikat diangkatan sebelumnya, walaupun sebelumnya aturan ini ditentang tetapi lambat laun dapat diterima. Tetapi, masih ada ikatan atau keterkaitan tema – tema yang digunakan dalam karya satra pujangga baru. Misalnya, tentang tema kawin paksa dan tema yang lain, meskipun ada tema baru yang di angkat. Pencetus pujangga angkatan ’45 adalah Rosihan Anwar yang karyanya dimuat dalam majalah Gelanggang. Setelah itu diikuti oleh para pujangga – pujangga baru yang lainnya. Berikut ini karya satra yang sempat menonjol dari angkatan ’45 :
1. Deru Campur Debu dan Kerikil Tajam (antologi puisi karya Chairil Anwar)
2.Tiga Menguak Takdir (antologi puisi Chairil Anwar, Asrul Sani, dan Rivai Apin)
3.Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (antologi cerpen karya Idrus)
4.Atheis (novel karya Achdiat Karta Mihardja)
5.Surat Kertas Hijau dan Wajah Tak Bernama (antologi puisi Sitor Situmorang).

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments4

Resensi Film Alangkah Lucunya Negeri Ini


JUDUL FILM                 : Alangkah Lucunya Negeri Ini
PENGARANG               : Musfar Yasin
PRODUSER                  : Zairin Zain
TAHUN PRODUKSI       : 2010 
DURASI                        : 01:42
NAMA PEMAIN           : Reza Rahardian, Deddy Mizwar, Slamet Rahardjo, Jaja Mihardja, Tio Pakusadewo, Asrul Dahlan, Ratu Tika Bravani, Rina Hasyim, Sakurta Ginting, Sonia, Teuku Edwin

Film Alangkah Lucunya Negeri Ini adalah hasil kolaborasi antara penulis Musfar Yasin dan sutradara Deddy Mizwar yang bercerita tentang nasib anak-anak jalanan yang juga menjadi tanggung jawab kita semua. Film ini sarat akan kritik dan saran terhadap perlakuan pemerintah kepada anak-anak jalanan di Indonesia. Film ini mengandung makna anti-korupsi.
Film ini merupakan sebuah karya yang ditulis oleh Musfar Yasin, seorang penulis sekenario film asal Indonesia. Musfar Yasin lahir di Lombok, Nusa Tenggara Barat pada tahun 1960. Ia beralih dan belajar menjadi penulis skenario pada tahun 1986 di Sanggar Kerja TVRI Yogyakarta,  karena ia tidak sempat menyelesaikan skripsinya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UGM. Ia berhasil meraih juara 2 Dalam Festifal Film Indonesia 2005, masing-masing untuk skenario terbaik kategori layar lebar (Ketika) dan skenario terbaik kategori cerita berseri (Kiamat Sudah Dekat). Sebelumnya pada Festival Film Bandung, Ketika juga meraih penghargaan sebagai skenario terpuji. Hasil karya-karya lain dari Musfar Yasin yaitu, Get Married (2007), Naga Bonar (Jadi) 2 (2007), Karena Hidup adalah Cobaan, Perempanerempuan, Bukan Superman, Apa Kabar Bangsamu, Lantaran Cinta Kami (1986).
Sejak lulus S1, hamper 2 tahun Muluk belum mendapatkan pekerjaan. Meskipun ia selalu gagal untuk mendapatkan pekerjaan, ia tidak pernah berputus asa. Suatu hari di pasar, ia bertemu dengan pencopet yang bernama Komet. Komet membawa Muluk ke markasnya, lalu memperkenalkannya kepada bos pencopet yang bernama Jarot. Muluk kaget karena di dalam markas pencopet itu banyak anak-anak yang seusia dengan Komet dan berprofesi sama yaitu, pencopet.
Akal Muluk berputar dan melihat peluang yang ia tawarkan kepada Jarot. Ia meyakinkan Jarot bahwa ia dapat mengelola keuangan mereka, dan meminta imbalan 10% dari hasil mencopet, termasuk biaya mendidik mereka.
Usaha yang dikelola Muluk kini membuahkan hasil, namun di hati kecilnya, Muluk tergerak untuk mengarahkan para pencopet itu agar mau mengubah profesi mereka. Dibanru oleh kedua rekannya yang sama-sama sarjana, Muluk membagi tugas untuk mengajarkan agama, budu pekerti, dan kewarganegaraan.
Film ini merupakan film yang dikemas menggunakan bahasa yang lugas. Film ini mencerminkan kehidupan nyata di Indonesia dan merupakan kritikan yang disampaikan dengan percakapan yang ringan juga lucu. Film ini cocok untuk ditonton oleh seluruh kalangan. Kekurangan dari film ini yaitu, hanya menonjolkan kehidupan di Jakarta, padahal banyak kejadian di luar wilayah Jakarta yang mungkin lebih lucu lagi. Film ini seolah menganggap wira usaha itu terkesan kurang terhormat. Contohnya saja pilihan wira usaha yang dipilih oleh tokoh Muluk adalah beternak cacing yang jelas masih kalah menarik dengan pilihan lainnya. Padahal ada beberapa peluang lain yang jauh lebih menguntungkan, seperti membuka kios dan membuka cetak atau sablon.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Goodbye Days-YUI

Ini tulisanku waktu kelas X. Kangen banget deh :D...
Beberapa minggu yang lalu temenku request lagu yang berjudul Goodbye Days. Lagu ini dipopulerkan oleh yui. Katanya lagu itu adalah soundtrack dari film jepang yang berjudul Mid Night Sun. Aku belum pernah melihat film itu, tapi kurasa film itu menarik. Lalu aku mencari arti dari lirik Goodbye Days. Ternyata arti dari lirik itu sangat dalam.
Aku suka sekali dengan lagu ini. Setiap hari aku selalu memutarnya di sekolah sampai temen-temenku hafal dan jadi suka karenanya. Temanku bilang “ walaupun aku gak tau arti dari lirik itu, tapi aku bisa merasa kalau artinya menarik.”

Ini  liriknya:


Dakara ima ai ni yuku soki metanda
Pokketo no kono kyokou kimi ni kikasetai
Sotto voryuumu wo agete
Tashika mete mita yo
Oh goodbye days ima
Kawaru ki ga suru
Kino made ni so long
Kakkoyokunail yasashi sa ga
Soba ni aru kara
La la la la la with you
Katahou no earphone wo
Kimi ni watasu
Yukkuri to nagarekomu
Kono shunkan
Umaku aisete imasuka?
Tama ni mayou kedo
Oh goodbye days ima
Kawari hajimeta
Mune no oku alright
Kakkoyokunail yasashi sa ga
 soba ni aru kara
la la la la la with you
dekireba kanashii omoi nante shitakunai
demo yatte kuru deshou?
Sono toki egao de yeah
Hello my friend nantesa
Ieta nara ii no ni
Onaji uta wo
Kuchizusamu toki
Sobani ite I wish
Kakkoyokunail yasashi sa ni
Aete yokatta yo
La la la la goodbye days
Uhu…u…..





Terjemahan:



Ada alasannya mengapa sekarang aku memutuskan untuk menemuimu
Aku ingin memperdengarkan padamu sepotong lagu dalam saku ini
Sambil pelan-pelan menaikan suaranya
Volume untuk memastikan semua baik-baik saja
Sekarang hari perpisahan
Aku tahu perasaan ini akan berubah
Sampai kemarin hari-hari yang kita lalui terasa begitu panjang
Hari-hari yang terlarang tapi tetap mengesankan
Saat aku bersama denganmu
Menyerahkan padamu satu sisi earphoneku
Perlahan-lahan saat lagu mulai terdengar
Aku pun berpikir apakah aku bisa mencintaimu dengan baik?
Dan sekali-kali aku merasa bimbang
Sekarang hari perpisahan
Segalanya mulai berubah
Tapi sesuatu di dalam hati baik-baik saja
Seperti sebelumnya
Hari-hari terlarang, tapi tetap mengesankan
Saat aku bersama denganmu, sekarang
Kalau bisa aku tidak ingin bersedih
Bagaimana tidak siapnya perasaanku
Tapi kau datangkan?
Waktu itu dengan tersenyum
Tak tau bagaimana aku mengatakan hai teman dengan baik
Saat menyenandungkan lagu yang sama
Aku berharap ada di sisimu
Hari perpisahan
Yang tidak menyenangkan tapi aku senang bisa bertemu denganmu

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Leonardo da Vinci


Leonardo da Vinci (15 April 1452 – 2 Mei 1519) adalah arsitek, musisi, penulis, pematung, dan pelukis Renaisans Italia. Ia digambarkan sebagai arketipe "manusia renaisans" dan sebagai jenius universal. Leonardo terkenal karena lukisannya yang piawai, seperti Jamuan Terakhir dan Mona Lisa. Ia juga dikenal karena mendesain banyak ciptaan yang mengantisipasi teknologi modern tetapi jarang dibuat semasa hidupnya, sebagai contoh ide-idenya tentang tank dan mobil yang dituangkannya lewat gambar-gambar dwiwarna.Selain itu, ia juga turut memajukan ilmu anatomi, astronomi, dan teknik sipil bahkan juga kuliner.


Latar Belakang


            Leonardo lahir pada tahun 1452 di kota Vinci, propinsi Firenze, Italia anak dari Ser Piero Da Vinci dan Caterina, jadi nama lengkapnya yaitu Leonardo di Ser Piero da Vinci yang berarti Leonardo putra Ser Piero asal kota Vinci.

            Pada tahun 1476 tertuduh dengan kasus homoseksual dengan seorang model laki-laki berusia belasan tahun yang bernama Jacopo Saltarelli. Sehingga beberapa tahun itu Leonardo selalu berada di bawah pengawasan yang berwenang [1].

            Pada usia belia, beliau sudah belajar melukis dengan Andrea del Verrocchio dan mulai melukis di Firenze.Ada kabar mengisahkan Verrochio menyatakan pensiun melukis setelah menyaksikan bahwa lukisan muridnya yang satu ini lebih bagus dari lukisannya sendiri. Selain menjadi pelukis Leonardo juga sanggup menunjukkan kemampuannya di bidang yang lain. Pada tahun 1481 Leonardo pindah ke Milan untuk bekerja dengan Adipati(Duke) di sana.Hasil karyanya selama di Milan yang paling termashur adalah Kuda Sforza yang dikerjakannya selama kurang lebih 11 tahun. Namun di situ ia tidak hanya melukis dan membuat patung saja, melainkan juga mengubah jalan-jalan sungai dan membangun kanal-kanal, serta menghibur Duke dengan memainkan lut dan bernyanyi. Lalu ia bekerja untuk Raja Louis XII dari Perancis di Milan dan untuk Paus Leo X di Roma

            Sementara itu ia membantu Raphael dan Michaelangeo dalam merancang katedral Santo Petrus.Dalam hidupnya Leonardo sangat tertarik pada ilmu pengetahuan. Ia mulai mempelajari burung terbang dan mulai merancang mesin terbang. Pemikirannya itu terdapat dalam buku catatanya sebanyak 7.000 halaman. Didalam buku itu juga terdapat sketsa tentang studi tubuh manusia. Pada zaman itu, anatomi tubuh manusia tak lebih dari sekadar kira-kira karena siapapun dilarang keras membedah jenazah. Dengan kenekatannya mencuri-curi kesempatan membedah-bedah tubuh orang mati, di kemudian hari tindakan yang tak lazim di zamannya ini memberikan kontribusi yang sangat besar bagi dunia kedokteran.

            Mahakaryanya, Jamuan Terakhir(The Last Supper) pada tahun 1495 sampai tahun 1497 yang dilukis pada dinding biara Santa Maria di Milan, kini telah rusak akibat dimakan waktu. Lukisan terkenal lainnya adalah Mona Lisa yang kini terdapat di musium Louvre Paris. Sebuah spekulasi yang beredar tentang siapa sesungguhnya Mona Lisa antara lain menyatakan bahwa citra perempuan tersebut merupakan hasil rekaan wajah Da Vinci sendiri. Spekulasi yang lain menyatakan bahwa perempuan tersebut memang pernah ada, seorang istri pedagang.




            Leonardo da Vinci wafat di Clos Lucé, Perancis pada tanggal 2 Mei 1519, dan dimakamkan di Kapel St. Hubert di kastel Amboise, Perancis.

            Setelah wafatnya, sangat kuat ditengarai bahwa beliau pernah memegang peranan sebagai orang terkuat di sebuah organisasi rahasia bernama Priory of Sion yang berlaskarkan Knights Templar. Apakah organisasi rahasia ini? Banyak fakta mengarahkan pada suatu dugaan bahwa Priory of Sion merupakan sebuah organisasi yang menjaga ketat-ketat rahasia sejarah kristiani menurut versi yang berbeda dari kitab Injil yang beredar di masyarakat. Yang dirahasiakan adalah mengenai siapa mesias yang sesungguhnya dan kemungkinan Yesus tidak menjalankan hukum selibat. Dalam versi yang sempat menimbulkan kontroversi ini diyakini bahwa Mesias yang sesungguhnya adalah Santo Yohanes Pembaptis, hal tersebut tersirat dari kekerapan Da Vinci melukis Sang Santo dalam posisi telunjuk menuding ke atas sebagai simbolisasi 'Putra Allah'. Versi yang tak kalah mengagetkannya adalah kemungkinan Maria Magdalena si bekas perempuan sundal diperistri oleh Yesus.

            Kegeniusan Leonardo terlihat dari banyaknya bidang yang ia kuasai. Ia adalah pelukis, pematung, penemu, peneliti, ahli permesinan, ahli anatomi, matematika, ahli tumbuh-tumbuhan dan binatang, optik, aerodinamik, bahkan pemusik handal. Ia belajar tanpa ada batasnya. Tentu saja ini tidak berat karena ia tidak bekerja keras, ia hanya “bersenang-senang”. Untuk melukis manusia, ia secara khusus mempelajari anatomi tubuh manusia.

            Leonardo mungkin adalah pembelajar paling gila. Saat mempelajari anatomi, ia suka pergi malam-malam, membongkar kuburan, dan mengambil mayat orang tidak dikenal yang sudah hampir busuk dan membedahnya. Kadang ia melakukannya di rumah sakit yang memberinya izin. Ia benar-benar ingin tahu mengapa tubuh manusia berbentuk seperti itu. Dengan begitu, ia bisa makin detail dalam membuat lukisannya.

"I have offended God and mankind
because my work didn't reach the quality it should have."
Leonardo da Vinci


BAGAIMANA CARA MENCIPTAKAN SEBUAH MASTERPIECE ?

            Leonardo tidak ingin membuat sebuah karya, tetapi ia ingin menciptakan sebuah Mahakarya, A Masterpiece. Sebuah karya seni dengan komposisi warna-warni yang begitu indah dengan detail yang nyaris sempurna seperti aslinya, sehingga semua yang melihatnya akan terpesona dan tersentuh hatinya. Tapi itu bukan yang utama..

            Karyanya adalah persembahannya yang setinggi-tingginya kepada Tuhan. Leonardo ingin membuat karya yang begitu indahnya, sehingga bahkan Tuhanpun akan senang hati melihatnya. Sepanjang hidupnya tidak kurang 30 mayat yang ia bedah dan pelajari. Memang menjijikkan, tetapi jijik pun sebenarnya bukan masalah yang besar dan penting dibandingkan keagungan karyanya dan juga kemajuan ilmu anatomi manusia.

            Sejak kecil, ia suka membaca di perpustakaan milik ayahnya di Florence. Saat dewasa, Leonardo mampu memiliki perpustakaan sendiri dengan banyak koleksi buku termasuk dari Dante dan Petrarch. Subjeknya juga beragam mulai dari matematika, anatomi, pengobatan, hingga buku-buku tentang peperangan. Dari sana pengetahuannya jadi makin luas dan tajam. Leonardo juga seorang visioner. Ia misalnya telah membayangkan mesin terbang seperti helikopter, kendaraan dengan pelindung besi (seperti tank), atau kapal yang bisa bergerak di bawah laut. Ia bahkan mendesain manusia mekanik yang dikenal sebagai Robot Leonardo, rancangan “robot” yang sering dianggap robot pertama dalam sejarah.

            Akan tetapi, karya terbesarnya tentu saja adalah Monalisa. Lukisan wanita cantik ini merupakan puncak dari segala ilmunya tentang pewarnaan, cahaya, perspektif, dan—tidak lupa—anatomi tubuh manusia. Pada lukisan itu, ia menggunakan teknik melukis yang sangat tinggi dan sulit ditiru, sfumato, sebuah teknik yang membuat lukisan terlihat seperti berkabut, tidak fokus, dengan transisi antar-warna yang luar biasa lembut dan halus. Monalisa terlihat begitu hidup, bahkan senyumannya pun mengundang penasaran dari semua orang yang melihatnya hingga sekarang. Mengapa Monalisa tersenyum? Mengapa ia terlihat begitu bahagia? Tak seorang pun bisa menjawab pertanyaan tersebut dengan pasti. Lukisan lainnya yang sangat berharga adalah "Perjamuan Terakhir", The Last Supper, yang secara dramatis melukiskan makan malam terakhir Yesus dengan 13 murid-muridnya sebelum ia dikhianati dan disalib. ( Dalam buku fiksi Dan Brown yang sangat terkenal, "The Da Vinci Code" (2003), lukisan The Last Supper, dikatakan mengandung misteri terbesar dalam sejarah umat Kristen yang dijaga ketat, bahkan dengan nyawa para pelindungnya selama beribu-ribu tahun ).

            Leonardo banyak menghasilkan karya seni dan berbagai desain yang menakjubkan lainnya sebelum meninggal pada 2 Mei 1519. Hingga sekarang, bahkan Einstein dan Isaac Newton pun dianggap tidak sanggup menyamai kegeniusan Leonardo da Vinci.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Lirik Party Rock Anthem by LMFAO


Party rock is in the house tonight
Everybody just have a good time
And we gonna make you lose your mind
Everybody just have a good time

Party rock is in the house tonight
Everybody just have a good time
And we gonna make you lose your mind
We just wanna see ya shake that

In the club party rock, lookin' for your girl? She on my jock
Nonstop when we in the spot, booty movin' weight like she on the block
Where the drank? I gots to know, tight jeans, tattoo 'cause I'm rock 'n' roll
Half black, half white, domino, game the money, op-a-doe

Yo, I'm runnin' through these ho's like Drano
I got that devilish flow, rock 'n' roll, no halo
We party rock, yeah, that's the crew that I'm reppin'
On the rise to the top, no lead in our zeppelin, hey

Party rock is in the house tonight
Everybody just have a good time
And we gonna make you lose your mind
Everybody just have a good time

Party rock is in the house tonight
Everybody just have a good time
And we gonna make you lose your mind
We just wanna see ya shake that

Everyday I'm shufflin'
Shufflin', shufflin'

Step up fast and be the first girl to make me throw this cash
We gettin' money, don't be mad now, stop, hatin' is bad

One more shot for us, another round
Please fill up my cup, don't mess around
We just wanna see you shake it now
Now you wanna be, you're naked now

Get up, get down, put your hands up to the sound
Get up, get down, put your hands up to the sound
Get up, get down, put your hands up to the sound
Put your hands up to the sound, put your hands up to the sound

Get up, get up, get up, get up
Get up, get up, get up, get up
Get up, put your hands up to the sound, to the sound
Put your hands up, put your hands up, put your hands up, put your hands up

Party rock is in the house tonight
(Put your hands up)
Everybody just have a good time
(Put your hands up)
And we gonna make you lose your mind
(Put your hands up)
Everybody just have a good, good, good time

Put your hands up
Put your hands up
Put your hands up
Shake that, everyday I'm shufflin'

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0