Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Imbuhan Gabungan diper-i

* Fungsi : Sebagai Pembentuk verba pasif khusus mem, per,-i
* Makna :

  1.  Menyatakan makna dibuat supaya ber-i atau diberi sesuatu yang terdapat pada bentuk dasar. Contoh: diperlengkapi (dibuat supaya berpelengkapan/ diberi pelengkap).
  2. Menyatakan makna dibuat/ dijadikan supaya (lebih) seperti yang terdapat pada bentuk dasar. Contoh: diperbaharui (dibuat/ dijadikan supaya (lebih) baru).
  3. Menyatakan makna dikenai laku/ tindakan. Contoh: dipelajari (dikenai tindakan belajar).

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

1234 I Love You By Plain White T's

1 2, 1 2 3 4-
Give me more lovin' than I've ever had,
Make it all better when I'm feelin' sad,
Tell me that I'm special even when I know I'm not,
Make it feel good when I hurt so bad, Barely gettin' mad,
I'm so glad I found you; I love bein' around you.

You make it easy, it's easy as 1, 2- 1, 2, 3, 4
There's only 1 thing 2 do 3 words 4 you- (I love you) I love you
There's only 1 way 2 say those 3 words and that's what I'll do-(I love you)
I love you.

Give me more lovin' from the very start,
Piece me back together when I fall apart,
Tell me things you never even tell your closest friends-
Make it feel good when I hurt so bad, Best that I've had,
I'm so glad I found you, I love bein' around you.

You make it easy, it's easy as 1, 2- 1, 2, 3, 4
There's only 1 thing 2 do 3 words 4 you- (I love you) I love you
There's only 1 way 2 say those 3 words and that's what I'll do- (I love you)
I love you.
(I love you) I love you.

You make it easy, it's easy as 1, 2- 1, 2, 3, 4
There's only 1 thing 2 do 3 words 4 you- (I love you) I love you
There's only 1 way 2 say those 3 words and that's what I'll do-(I love you)
I love you.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Unknown Poem

Kenapa semua orang kagum padanya?
Apakah karena dia orang yang kuat? Atau tegar?

Tapi tidakkah mereka berpikir,
Bagaimana jika ia hanya terlihat tegar?
Bagaimana jika di saat ia seorang diri,
ia merasa rapuh...
Menangis...
tanpa ada seorang pun yang mengetahui...
tanpa ada seorang pun yang menompang badannya...

Lalu, bagaimana jika badan itu remuk?
Lalu hancur...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Sajak Palsu oleh Agus R. Sarjono

selamat pagi, pak, selamat pagi bu, ucap anak sekolah
dengan sapaan palsu. lalu mereka pun belajar
sejarah palsu dari buku-buku palsu. di akhir sekolah
mereka terperangah melihat hamparan nilai-nilai mereka
yang palsu. karena tak cukup nilai,
maka berdatanganlah mereka ke rumah-rumah
bapak dan ibu guru untuk menyerahkan amplop
berisi perhatian dan rasa hormat palsu.
sambil tersipu palsu dan membuat tolakan
tolakan palsu, akhirnya pak guru dan bu guru
terima juga amplop itu sambil berjanji palsu
untuk mengubah nilai-nilai palsu dengan
nilai-nilai palsu yang baru. masa sekolah
demi masa sekolah berlalu, mereka pun lahir
sebagai ekonom-ekonom palsu, ahli hukum palsu,
ahli pertanian palsu, insinyur palsu.
sebagian menjadi guru, ilmuwan,
atau seniman palsu. dengan gairah tinggi
mereka menghambur ke tengah pembangunan...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

KATA PENGANTAR


KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb
            Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT karena atas kehendak-Nyalah laporan Analisa Tentang Sex Education ini selesai tepat pada waktunya. Tujuan penulisan laporan ini adalah dalam rangka merealisasikan program madrasah untuk mengembangkan dan memberdayakan potensi para siswa-siswi dalam wujud Praktek Pengenalan Lapangan (PPL) atau outdoor, selain itu juga sebagai ajang latihan kami dalam menyusun laporan atau essay yang diikuti oleh seluruh siswa kelas X pada Hari Selasa, 14 Desember 2010. Laporan yang kami susun dengan bertemakan “Pertanian multifarm sebagai usaha untuk menigkatkan sumber daya ekonomi masyarakat” tentunya masih banyak mengalami kesulitan, namun berkat bimbingan dari berbagai pihak, akhirnya laporan ini dapat terselesaikan. Karena itu sepantasnyalah kami mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak H. Imam Suja’i Fadly selaku kepala sekolah MAN YOGYAKARTA 1            
2. Ibu Ely Widayati selaku wali kelas XD                                                                                 
3. Ibu Untari selaku pembimbing kami dalam melaksanakan PPL ke Solo                             
4. Serta pihak-pihak lain yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu                               
           Kami menyadari sepenuhnya akan keterbatasan kemampuan dalam menyusun laporan ini. Oleh karena itu kami sangat menerima dengan senang hati saran dan kritik yang positif.                                    Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca sebagai panduan menyusun laporan PPL selanjutnya. Amin.                                                                      
Wasalamu’alaikum Wr. Wb.

                                                                                                Yogyakarta, 09 Januari 2011      
                                                                                                                    
                                                                                                             PENULIS




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

ESSAY TENTANG KAMPUNG NAGA


ABSTRAK

Laporan ini bertujuan untuk menggali unsur budaya yang terdapat pada masyarakat Kampung Naga. Selain itu, melalui laporan ini diharapkan dapat diperoleh gambaran secara detail tentang unsur budaya masyarakat Kampung Naga.
Laporan ini disusun berdasarkan hasil observasi di Kampung Naga. Berdasarkan hasil observasi, kami memperoleh data, informasi, dan wawasan mengenai Kampung Naga yang kami peroleh dari keterangan yang diberikan oleh para pemandu kami. Selain dari para pemandu, kami mencari data dari internet untuk menambah penjelasan dalam penyusunan laporan ini.
Hasil dari observasi yang kami lakukan yaitu mengenai sejarah Kampung Naga, lokasi Kampung Naga, kesenian masyarakat Kampung Naga, budaya, dan bentuk rumah masyarakat Kampung Naga, serta tata aturannya.
ABSTRACT
The purpose of the report is to dig about the cultures and habits of Kampung Naga’s people. In the other think, from this report we can get the detail description about culture’s element of Kampung Naga.
This report is arranged bassed on our research in Kampung Naga. Bassed on our research, we obtained data, information, and insight about the Kampung Naga that we get from our guides. Beside from the guides, we are seeking from the internet to add an explanation in the preparation of the report.
The result of the observation that we do is about the history of Kampung Naga, the location of Kampung Naga, the arts from Kampung Naga, culture of Kampung Naga, the people’s house in Kampung Naga, and the rules.

Unsur Budaya Masyarakat Kampung Naga

Salah satu persoalan yang menarik untuk dikaji dalam esai ini adalah masih adanya masyarakat yang menjaga nilai-nilai budaya di tengah-tengah perkembangan globalisasi. Hal ini menjadi sesuatu yang ironi dan perlu di telusuri.
Adapun masyarakat yang disinyalir masih mempertahankan unsur-unsur budaya adalah masyarakat Kampung Naga. Untuk itu, dalam esai ini akan diuraikan:
1.      Sejarah masyarakat Kampung Naga
2.      Kondisi geografis Kampung Naga
3.      Unsur-unsur budaya Masyarakat Kampung Naga

A.   Sejarah Masyarakat Kampung Naga

Kampung Naga merupakan suatu perkampungan yang dihuni oleh sekelompok masyarakat yang sangat kuat dalam memegang adat istiadat peninggalan leluhurnya. Kampung ini diperkirakan sudah ada sejak 500 tahun yang lalu, sebelum islam masuk ke Indonesia. Seperti pemukiman Badui, Kampung Naga menjadi objek kajian antropologi mengenai kehidupan masyarakat pedesaan Sunda pada masa peralihan dari pengaruh Hindu menuju pengaruh Islam di Jawa.
Asal-usul Kampung Naga bermula pada masa kewalian Syeh Syari Hidayatullah (Sunan Gunung Jati), seorang abdinya yang bernama Singaparna ditugaskan untuk menyebarkan agama Islam ke sebelah Barat. Kemudian ia sampai ke daerah Neglasan yang sekarang menjadi Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya.
Di tempat tersebut, Singaparna oleh masyarakat Kampung Naga disebut sebagai Sembari Dalem Singaparna. Suatu hari ia mendapat petunjuk untuk bersemedi. Dalam persemediannya Singaparna mendapat petunjuk bahwa ia harus mendiami suatu tempat yang sekarang disebut Kampung Naga.
Nenek moyang Kampung Naga yang paling berpengaruh dan berperan bagi masyarakat Kampung Naga adalah “Sa Naga” yaitu Eyang Singaparna atau Sembah Dalem Singaparna yang disebut sebagai Eyang Galunggung, dimakamkan di sebelah Barat Kampung Naga. Makam ini dianggap oleh masyarakat Kampung Naga sebagai makam keramat yang selalu diziarahi pada saat diadakan upacara adat bagi semua keturunannya.
Namun, tidak diketahui secara pasti kapan Eyang Singaparna meninggal. Menurut kepercayaan yang mereka warisi secara turun temurun, nenek moyang masyarakat Kampung Naga tidak meninggal dunia melainkan raib tanpa meninggalkan jasad. Di tempat itulah masyarakat Kampung Naga menganggapnya sebagai makam, dengan memberikan tanda atau petunjuk kepada keturunan Masyarakat Kampung Naga.
B.   Letak Geografis Kampung Naga
Kampung ini secara administratif berada di wilayah Desa Neglasari, Salawu, Tasikmalaya, Jawa Barat. Lokasi Kampung Naga tidak jauh dari jalan raya yang menghubungkan Kota Garut dan Kota Tasikmalaya. Kampung ini berada di wilayah yang subur. Di sebelah barat Kampung Naga dibatasi oleh hutan yang dianggap keramat karena di dalamnya terdapat makam leluhur masyarakat Kampung Naga. Di sebelah selatan dibatasi oleh sawah-sawah penduduk, dan di sebelah utara dan timur dibatasi oleh Sungai Ciwulan yang sumber airnya berasal dari Gunung Cikaiy di daerah Garut. Jarak tempuh dari Kota Tasikmalaya ke Kampung Naga kurang lebih 30 Km, sedangkan dari Kota Garut berjarak 26 Km. untuk menuju ke Kampung Naga dari arah jalan raya Garut-Tasikmalaya harus menuruni tangga sampai ke tepi Sungai Ciwulan dengan kemiringan sebesar 45 derajat. Jaraknya kira-kira 500 meter dan dengan jumlah anak tangga kurang lebih  439 anak tangga. Kemudian melalui jalan setapak menyusuri Sungai Ciwulan sampai ke dalam Kampung Naga.
Bentuk permukaan tanah di pemukiman ini berupa perbukitan dengan tanah yang dapat dikatakan subur. Luas tanah Kampung Naga ini sekitar satu hektar.
C.   Keagamaan
Seluruh penduduk Kampung Naga mengaku beragama Islam, akan tetapi sebagaimana masyarakat adat lainnya mereka juga sangat taat memegang adat-istiadat dan kepercayaan nenek moyangnya. Artinya, walaupun mereka menyatakan memeluk agama Islam, syariat Islam yang mereka jalankan agak berbeda dengan pemeluk agama Islam lainnya. Bagi masyarakat Kampung Naga dalam menjalankan agamanya sangat patuh pada warisan nenek moyang. Umpamanya sembahyang lima waktu (Subuh, Duhur, Asyar, Mahrib, dan salat Isa) hanya dilakukan pada hari Jumat. Pada hari-hari lain mereka tidak melaksanakan sembahyang lima waktu. Pengajaran mengaji bagi anak-anak di Kampung Naga dilaksanakan pada malam Senin dan malam Kamis, sedangkan pengajian bagi orang tua dilaksanakan pada malam Jumat. Dalam menunaikan rukun Islam yang kelima atau ibadah Haji, mereka beranggapan tidak perlu jauh-jauh pergi ke Tanah Suci Mekkah, namun cukup dengan menjalankan upacara Hajat Sasih yang waktunya bertepatan dengan Hari Raya Haji yaitu setiap tanggal 10 Rayagung (Dzulhijjah). Upacara Hajat Sasih ini menurut kepercayaan masyarakat Kampung Naga sama dengan Hari Raya Idul Adha dan Hari Raya Idul Fitri.
D.   Adat-istiadat
Menurut kepercayaan masyarakat Kampung Naga, dengan menjalankan adat-istiadat warisan nenek moyang berarti menghormati para leluhur. Segala sesuatu yang datangnya bukan dari ajaran leluhur Kampung Naga, dan sesuatu yang tidak dilakukan oleh leluhurnya dianggap sesuatu yang tabu. Apabila hal-hal tersebut dilakukan oleh masyarakat Kampung Naga berarti melanggar adat, tidak menghormati leluhur, hal ini pasti akan menimbulkan malapetaka.
Tabu, pantangan atau pamali bagi masyarakat Kampung Naga masih dilaksanakan dengan patuh khususnya dalam kehidupan sehari-hari, terutama yang berkenaan dengan aktivitas kehidupannya. Pantangan atau pamali merupakan ketentuan hukum yang tidak tertulis yang mereka junjung tinggi dan dipatuhi oleh setiap orang. Misalnya tata cara membangun dan bentuk rumah, letak, arah rumah, pakaian upacara, kesenian, dan sebagainya.
Adapun pantangan atau tabu yang lainnya yaitu pada hari Selasa, Rabu, dan Sabtu. Masyarakat kampung Naga dilarang membicarakan soal adat-istiadat dan asal-usul kampung Naga. Masyarakat Kampung Naga sangat menghormati Eyang Sembah Singaparna yang merupakan cikal bakal masyarakat Kampung Naga.
E.   Bentuk Rumah dan Maknanya
Bentuk rumah masyarakat Kampung Naga harus panggung, bahan rumah dari bambu dan kayu. Atap rumah harus dari daun nipah, ijuk, atau alang-alang, lantai rumah harus terbuat dari bambu atau papan kayu. Rumah harus menghadap kesebelah utara atau ke sebelah selatan dengan memanjang kearah Barat-Timur. Dinding rumah dari bilik atau anyaman bambu dengan anyaman sasag. Rumah tidak boleh dicat, kecuali dikapur atau dimeni. Bahan rumah tidak boleh menggunakan tembok.
Rumah tidak boleh dilengkapi dengan perabotan, misalnya kursi, meja, dan tempat tidur. Rumah tidak boleh mempunyai daun pintu di dua arah berlawanan. Karena menurut anggapan masyarakat Kampung Naga, rizki yang masuk kedalam rumah melaui pintu depan tidak akan keluar melalui pintu belakang. Untuk itu dalam memasang daun pintu, mereka selalu menghindari memasang daun pintu yang sejajar dalam satu garis lurus.
Di dalam pemukiman ini, tidak ada satu rumahpun yang menggunakan tenaga listrik untuk energi cahaya. Hal ini disebabkan oleh dua faktor yaitu, pertama, menghindari adanya kesenjangan sosial pada masyarakat Kampung Naga itu sendiri, dan yang kedua, yaitu karena bahan pembuat rumah yang mudah terbakar.
F.    Kesenian
Di bidang kesenian masyarakat Kampung Naga mempunyai pantangan untuk mengadakan pertunjukan jenis kesenian dari luar Kampung Naga seperti wayang golek, dangdut, pencak silat, dan kesenian lain yang mempergunakan waditra goong. Sedangkan kesenian yang merupakan warisan leluhur masyarakat Kampung Naga adalah terbangan, angklung, beluk, dan rengkong. Kesenian beluk kini sudah jarang dilakukan, sedangkan kesenian rengkong sudah tidak dikenal lagi terutama oleh kalangan generasi muda. Namun bagi masyarakat Kampung Naga yang hendak menonton kesenian wayangpencak silat, dan sebagainya diperbolehkan menonton kesenian tersebut yang dipertunjukan di luar wilayah Kampung Naga.  
KESIMPULAN 
Budaya lokal masyarakat Kampung Naga ini dapat memperkaya budaya nasional. Terutama pemanfaatan sumber daya alam yang bijaksana dengan memadukan teknologi sederhana dengan kepedulian terhadap kelestarian sumber daya alam sehingga keselarasan hidu masyarakat dapat tercapai.
Masyarakat Kampung Naga merupakan salah satu masyarakat yang masih menjaga unsur-unsur budayanya. Unsur-unsur budaya itu adalah (1.) Keagamaan; (2.) Adat-istiadat; (3.) Bentuk rumah; (4.) Kesenian.
 LA CONCLUSION
La culture original de société Kampung Naga pouvrait enrichir la culture nationalite, surtout le benefice des sources naturelles qui était raisonable. On combinait la technologie simple avec l’attentionné de la conservation des sources naturelles pourqu’on puisse vivre en paix.
La société de Kampung Naga est l'une des personnes qui maintiennent encore leurs éléments culturels. Les éléments culturels sont (1). Religieuse, (2.) Des douanes, (3.) La forme de la maison, (4.) Art.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

10 Bahasa yang Hampir Punah di Dunia



PBB menyatakan bahwa rata-rata, sebuah bahasa lenyap setiap dua minggu. Di seluruh dunia, hampir 6.000-an bahasa terancam kepunahan. Bahasa ini dengan cepat menghilang karena alasan seperti mereka memakai bahasa tersebut mati, kemudian juga telah terintegrasi dengan bahasa lain. Faktanya bahwa ada bahasa-bahasa yang lebih menonjol daripada yang lain, dan di dunia sekarang ini orang memandang penting untuk mempelajari bahasa populer lainnya, sehingga melupakan bahasa aslinya. Sangat ngeri membayangkan bahwa kematian sebuah bahasa berarti kematian suatu budaya.
Dari 10 bahasa paling langka dan terancam punah dari seluruh dunia, tahukah anda bahwa bahasa yang hampir punah ini juga ada di Indonesia kamu mau tahu bahasa apa aja itu simak berikut ini seperti yang palingseru.com kutip dari kaskus.us.
1.Bahasa Chamicuro (Chamekolo, Chamicolo, Chamicura)
Seluruh dunia hanya ada 8 orang yang berbicara Chamicuro, menurut sebuah studi 2008. Bahasa ini umumnya digunakan di Peru dan saat ini dianggap kritis, karena sebagian besar dari orang-orang yang berbicara bahsa ini sudah tua-tua. Tidak ada lagi anak yang berbicara Chamicuro karena daerah ini telah menggunakan bahasa Spanyol sebgai bahasa harian mereka. Namun, mereka yang berbicara bahasa ini mampu mengembangkan sebuah kamus istilah mereka. Jika Anda ingin tahu bagaimana mengatakan beberapa hewan di Chamicuro, gunakan ini: kawali (kuda,) polyo (ayam,) Pato (bebek,) katujkana (monyet,) ma’nali (anjing,) mishi (kucing,) waka (sapi.)
2. Bahasa Dumi (Dumi Bo’o, Bro Dumi, Lsi Rai, Ro’do Bo ‘, Sotmali)
Dumi, biasanya digunakan di daerah dekat sungai Tekan dan Rava, Nepal. Juga diucapkan di wilayah pegunungan Kabupaten Khotang yang terletak di Nepal timur. Ini adalah bahasa Kiranti, bagian dari rumpun bahasa Tibeto-Burman. Dengan hanya 8 orang berbicara itu di tahun 2007, bahasa ini dianggap kritis dan terancam punah.
3. Bahasa  Ongota / Birale
Pada tahun 2008, bahasa Ongota hanya dipakai oleh 6 orang penutur asli, semuanya sudah berusia lanjut. Hal ini membuat bahasa ini kritis dan terancam punah. Namun, tidak seperti kebanyakan bahasa yang menghilang, sebenarnya ada seorang profesor di Universitas Addis Ababa di Ethiopia yang melakukan studi bahasa Ongota. Dia menyimpulkan bahwa bahasa ini mengikuti struktur subyek, obyek, dan kata kerja. Ongota adalah bahasa Afro-Asia yang diucapkan di Ethiopia di tepi barat Sungai Weito di sebuah desa kecil.
4. Bahasa Liki (Moar)
Liki adalah bahasa kritis yang diucapkan di luar kepulauan pantai utara Sarmi, Kabupaten Jayapura, dan Kecamatan Sarmi (?) , yang semuanya berada di Indonesia. Pada tahun 2007, studi menunjukkan bahwa hanya 5 orang berbicara bahasa tersebut. Di masa lalu, bahasa ini dituturkan oleh para pejabat gereja lokal yang tinggal di wilayah tersebut. Bahasa ini berasal dari gabungan bahasa Austronesia, Malayo-Polynesia, Timur Tengah, Timur Malayo-Polynesia, Kelautan, Barat Kelautan, North New Guinea, Sarmi-Jayapura Bay, dan Sarmi.
5. Bahasa Tanema (Tanima, Tetawo)
Di Kepulauan Solomon, bahasa Tanema ini pernah digunakan di tempat-tempat seperti Pulau Vanikolo, Temotu Propinsi dan di sebuah desa Emua. Saat ini, bahasa ini hanya dituturkan oleh 4 orang saja menurut penelitian pada tahun 2008. Tanema adalah bahasa campuran Austronesia dan juga Melayu-Polinesia Tengah-Timur, dan Kelautan. Banyak dari mereka yang pernah berbicara Tanema telah beralih ke bahasa Pijin atau Teanu, keduanya merupakan bahasa yang sangat populer di kawasan ini. Ingin belajar bahasa Tanema? Cobalah: wekini (untuk mengaktifkan), laro (berenang), la vamora (untuk bekerja), dan la munana (untuk berbaring.)
6. Bahasa  Njerep
Njerep Bantoid adalah bahasa yang diucapkan di Nigeria. bahasa ini pernah diucapkan di Kamerun tapi tidak lagi. Sekarang yang paling umum digunakan di dekat Mambila. Saat ini, bahasa Njerep telah digantikan oleh Mambila dengan dialek berbeda seperti Ba dan Mvop. Hanya ada 4 orang yang masih berbicara Njerep menurut sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2007. Mereka yang berbicara dengan bahasa ini sudah berusia lanjut, sehingga dalam beberapa saat bahasa ini kemungkinan besar akan punah.
7. Bahasa Chemehuevi
Chemehuevi, bahasa ini digunakan oleh Ute, Colorado, Southern Paiute, Utah, Arizona utara, bagian selatan Nevada, dan di Sungai Colorado, California. Sedangkan suku Chemehuevi meskipun masih ada namun jumlah orang yang fasih berbahasa ini sulit ditemukan. Sebuah studi pada tahun 2007 menunjukkan bahwa hanya 3 orang sepenuhnya berbicara bahasa ini dan semuanya orang dewasa. Jika Anda ingin membicarakan hal-hal alam di Chemehuevi, coba kata-kata seperti kaiv (gunung), hucip (laut), mahav (pohon), dan tittvip (tanah / tanah).
8. Bahasa Lemerig (Pak, Bek, Sasar, Leon, Lem)
Bahasa yang digunakan di Vanuatu, sebuah pulau yang terletak di bagian selatan Samudra Pasifik sekitar 1.000 kilometer sebelah timur Australia bagian utara, Lemerig menduduki peringkat 3. Lebih khusus, bahasa ini dituturkan di Pulau Lava Vanua. Bahasa yang hanya memiliki dua orang yang bisa berbicara lancar, menurut penelitian tahun 2008. Lemerig terdiri dari setidaknya empat dialek berbeda, yang semuanya mungkin sudah punah.
9. Bahasa Kaixana (Caixana)
Kaixana adalah salah satu bahasa yang terancam punah kritis banyak yang ada saat ini. bahasa ini pernah digunakan di dekat tepi Sungai Japura, yang terletak di Brasil. Seiring waktu, pemukim Portugis mengambil alih wilayah itu. Pada satu ketika, hampir 200 orang berbicara dalam bahasa tersebut. Tapi, sebuah studi tahun 2006 menunjukkan bahwa hanya tinggal satu orang masih berbicara Kaixana, sehingga terancam kritis dan ditakdirkan untuk menjadi punah.
10. Bahasa Taushiro (Pinche / Pinchi)
Taushiro, bahasa asli Peru, diucapkan di kawasan Sungai Tigre, Aucayacu Sungai, yang merupakan anak sungai Ahuaruna. Dikenal sebagai bahasa isolat, yang berarti tidak memiliki hubungan nyata dengan bahasa lain. Mereka yang berbicara bahasa ini biasanya hanya berhitung sampai sepuluh, menggunakan jari mereka. Sebagai contoh, untuk mengatakan “satu” di Taushiro, Anda akan berkata washikanto. Untuk mengatakan nomor di atas 10, Anda akan berkata “ashintu” dan menunjuk ke jari kaki Anda. Pada tahun 2008, sebuah studi yang dilakukan pada bahasa Taushiro menyimpulkan bahwa hanya satu orang yang lancar berbahsa ini. Bahasa ini telah terdaftar sebagai bahasa yang hampir punah.


Sumber: http://portalentri.blogspot.com/2012/03/10-bahasa-yang-hampir-punah-di-dunia.html#ixzz1q8WVgoIJ

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0